HomePortalGalleryFAQMemberlistUsergroupsSearchRegisterLog in

Share | 
 

 PERLU & HARUS DIBACA !!! PART II

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
kodc
Moderator
Moderator


Male
Number of posts : 109
Age : 89
Location : Bandung
Mig33 ID : kodc_haram_jadah
Room : MOLOTOTAN LCD
Points : 0
Registration date : 2007-12-25

PostSubject: PERLU & HARUS DIBACA !!! PART II   Fri 28 Dec 2007, 9:20 pm

<<Sambungan Part I>>

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju
ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui
kejadiannya.
"Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu
tetangganya
yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu
untuk
menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko,
memohon
agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti
nasehat
kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2
muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam
tangan
tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi
di
tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga
menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang
ke
rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk
mengumpulkan
uang
membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?."Maafkan saya,
Nak."
"Tidak Bu, saya yang bersalah"???..


Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah,
tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat
sedih
akan
hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah
kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah
baru
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya
sendiri.
Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua
biaya
hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik
tanpa
bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka
begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter
mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang
konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya.
Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan
solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya
kepada
sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya
berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira
sekali,
menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka.
Untuk
sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak.
Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin
dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak"
kata
ibu.
"Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa
bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak
uang
untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu
bekerja
lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah
sang
ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya
sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang,
sang
anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan
mainan
kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya,
sang
anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang
anak
dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu
berkata
"Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek
dan
nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya
hanya
mau
ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang
tidak
mau
saya lagi", sang anak mulai menangis.
Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb
tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 "Kalau
ibu
sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya
memaksa
dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah
disini",
ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya
meronta2
dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu
menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak
diperbolehkan
menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan
baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia
telah
kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk
memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa
anaknya
mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup
untuk
mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh
diri
itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain,
mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat,
walaupun
tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak
pulang
ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya,
yang
memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai
bunga,
sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah
kartu
ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan
memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah
kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang
tahu
kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk
di
depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi."

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah
mengatakan
semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada
kabar.
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.
Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari
ini
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya.
Anaknya
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun,
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya.
Sang
ibu
tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya
dalam
surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis
ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya
pernah
pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa
bila
kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas
asih.
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya
memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon
agar
bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia
pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya
untuk
dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh
dari
tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki
bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan
ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang
anak
telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi
hasilnya
nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama
dengan
teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di
persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak
berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar
untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil
mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan
lemah
"Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak
disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah.
Mereka
berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu
menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis
tua
itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu
bertanya,
"Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?".
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur
membasahi
bumi???.
Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya
menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun
terus
mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang
menganggapnya sebagai orang gila?.

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu
bahkan
rela mengorbankan nyawanya?..

Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih
muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah
aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung
Anda,
diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan
nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi
"Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini"
Back to top Go down
View user profile http://imgsrc.ru/main/user.php?user=kodc
wie_cute
mayor
mayor


Female
Number of posts : 82
Age : 32
Location : Kuningan
Mig33 ID : wie_lavigne
Room : kuningan
Points : 0
Registration date : 2007-12-27

PostSubject: Re: PERLU & HARUS DIBACA !!! PART II   Wed 02 Jan 2008, 6:46 pm

nangis jadi terharu
Back to top Go down
View user profile
 
PERLU & HARUS DIBACA !!! PART II
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» I know the volcano story is becoming part of history.
» Binatang yang harus dihindari saat menyelam
» What's your favorite part of the newspaper?
» Movie Hmoob : Vaj Tuam Thawj Part 1.1
» Hal2 yang harus diperhatikan dalam akuarium laut/persiapannya & perawatannya

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
MIG33 BANDUNG COMMUNITY :: Entertainment (HIBURAN) :: Cerita Cinta (Love Story)-
Jump to: