HomePortalGalleryFAQMemberlistUsergroupsSearchRegisterLog in

Share | 
 

 SANG LEGENDA

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
broery
Admin Site
Admin Site


Male
Number of posts : 456
Age : 47
Location : JAKARTA
Mig33 ID : broery
Room : BANDUNG
Points : 80
Registration date : 2008-02-26

PostSubject: SANG LEGENDA   Thu 06 Nov 2008, 7:59 pm

Seorang penyanyi dengan kemampuan yang luar biasa "menghidupkan" sebuah lagu, yang juga dikenal sebagai entertainer dan belum ada gantinya sampai sekarang, telah tutup usia delapan tahun lalu tanggal 7 April 2000. Dia adalah Broery Pesulima yang meninggalkan istrinya, Wanda Latuperisa (36), dan dua anak, Indonesia Pesulima Putra (15) dan Nabilia Methaya Pesulima Putri (14).

Dengan caranya menguasai sebuah lagu dan kalimat-kalimat yang segar sebagai selingan ketika menyanyi, tidak heran jika Broery yang lahir di Ambon, 25 Juni 1948, dengan nama Simon Dominggus Pesulima, menjadi lebih terkenal dari grup yang membesarkannya, The Pro’s. Bahkan langkahnya ternyata lebih cepat merambah dunia tarik suara di Tanah Air hingga mancanegara.

Sebelum menjejakkan kakinya di Jakarta, Broery adalah anggota koor gereja dan sempat mengikuti kontes menyanyi di RRI Ambon. Grup pertama yang menampungnya di Ibu Kota adalah Remy Leimena pada tahun 1964. Dalam perjalanan kariernya Broery pernah menggunakan nama keluarga ibunya Wilmintje Marantika, kemudian baru menggunakan nama ayahnya Gijsberth Pesulima.

Tahun 1967 Broery bergabung dengan The Pro’s yang didukung Pertamina. Grup yang didirikan Dimas Wahab (bas) ini diperkuat Pomo (tiup), Enteng Tanamal (gitar), dan Fuad Hasan (drum). Pada mulanya Enteng bertanya-tanya, mengapa Dimas merekomendasi Broery sebagai penyanyi.

"Kebetulan saya hadir dalam sebuah pesta. Ketika Broery menyanyi saya melihat kelebihannya yang tidak dimiliki penyanyi lain. Saat itu juga saya yakin dia potensi yang harus digali. Maka saya berani mengajak dia bergabung dalam The Pro’s," kata Dimas.

Dimas mendirikan The Pro’s setelah grupnya, Madenasz, bubar. Grup barunya sengaja mengambil nama The Professional dan disingkat menjadi The Pro’s karena anggotanya dianggap sudah profesional. The Pro’s dikenal juga sebagai Pertamina Culture Group ketika tampil di Amerika Serikat (AS) dengan misi memperkenalkan Indonesia.

Broery sendiri memang pernah mengakui bahwa dia bukan hanya menimba pengalaman sebagai penyanyi, namun juga belajar mengelola dirinya sendiri. Kematangan yang kemudian terjadi padanya diperlihatkan lewat hitsnya yang pertama, Angin Malam ciptaan A Riyanto tahun 1969 setelah The Pro’s pulang dari Singapura.

Kisah cinta Broery melibatkan sejumlah perempuan, antara lain penyanyi asal Singapura, Anita Serawak, dan aktris Christine Hakim. Bersama Christine, Broery berduet dalam lagu-lagu A Riyanto lainnya seperti Melody Air Hujan, Kesepian, Permata Hati, Embun Jatuh Berderai, Malam Minggu Yang Mesra, Kehancuran, Tanam Jagung, Kenangan Manis, dan Sampaikan Salamku. Dengan dukungan Broery pula, Christine sempat menjadi penyanyi solo pada akhir 1960-an.

Bersama The Pro’s, Broery juga bertindak sebagai pemain organ merek Farfisa dengan gayanya sendiri. Dia pula yang menjadi juru bicara grup di atas panggung. Kembali dari Singapura, The Pro’s dijadwalkan Pertamina mengisi acara di restoran Indonesia, Ramayana, di New York, AS, tahun 1971. Tetapi ternyata memakan waktu yang cukup panjang sehingga Fuad tidak sabar dan menyatakan keluar.

The Pro’s versi AS berbeda dengan versi Singapura. Selain Fuad digantikan Djoko Sudarsono, Enteng digantikan Ronny Makasuci. Juga masuk anggota baru Abadi Soesman. Anggota lama yang masih tetap bertahan adalah Dimas, Pomo, dan Broery sendiri.

"Inilah formasi terbaik The Pro’s," kata Dimas. Formasi ini memang terus bertahan hingga The Pro’s muncul di acara Melody Memory RCTI tahun 1991. Yang berbeda adalah pemain drum karena Djoko sudah tutup usia dan ada Chrisye yang memperkuat The Pro’s kemudian.

KALAU ada grup musik yang sombong, The Pro’s lah kelompok itu. Sombong dalam arti memainkan musik yang mereka sukai saja dan selalu memilih-milih jika ditawarkan konser di suatu tempat. Berapa pun honor yang akan diterima, kalau tempat penampilan dianggap tidak representatif, The Pro’s tidak pernah menerima.

Bahkan The Pro’s merasa tidak penting menciptakan lagu dan masuk studio rekaman. Memang ada sejumlah penyanyi yang diiringi grup ini dalam piringan hitamnya, tetapi The Pro’s sediri hanya memiliki dua buah piringan hitam. Itu pun membawakan lagu-lagu Barat dan lagu pop Indonesia yang pernah populer milik penyanyi lain.

The Pro’s memang berbeda dengan Eka Sapta yang didirikan Amin Widjaja yang memiliki perusahaan rekaman. Dimas dan kawan-kawan sejak semula sudah membuat target menembus panggung musik mancanegara. Sebelum kembali ke Tanah Air dari Singapura, Djoko berangkat ke Jepang. Broery kemudian menyusul dan mereka membentuk grup The Spokies yang mengisi acara di tempat-tempat hiburan negeri Matahari Terbit itu.

Sementara Eka Sapta juga sempat berada di Singapura beberapa waktu lamanya, tetapi hanya keluar masuk studio mengiringi penyanyi-penyanyi kita yang mondar-mandir Jakarta-Singapura. Secara kuantitas Eka Sapta lebih banyak menghasilkan rekaman dibandingkan tampil di panggung, The Pro’s sebaliknya.

Langkah pertama The Pro’s di AS (1971) berlangsung selama delapan bulan. Untuk menambah kualitas aransemen, Abadi Soesman diikutsertakan, terutama untuk lagu-lagu daerah. Juga untuk menambah bobot musik lagu-lagu barat yang mereka aransemen kembali.

_________________




Back to top Go down
View user profile http://broery07.multiply.com
broery
Admin Site
Admin Site


Male
Number of posts : 456
Age : 47
Location : JAKARTA
Mig33 ID : broery
Room : BANDUNG
Points : 80
Registration date : 2008-02-26

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Thu 06 Nov 2008, 7:59 pm

Ketika The Pro’s mengisi acara di La Paloma di kawasan Monas, Abadi waktu itu adalah anggota home band kelab malam itu. Penampilan Abadi ternyata menarik perhatian The Pro’s dan saat itulah pilihan dijatuhkan. Broery menjadi juru bicara dan membujuk Abadi, tentu saja Abadi terkejut dan tidak percaya diajak bergabung dalam grup sekondang The Pro’s. Selain Abadi, The Pro’s mempunyai pilihan pemain organ yang lain seperti Rully Djohan, Delly Rollies, dan Andiyono dari grup The Disc.

"Melihat penampilan The Pro’s saja sudah ngeri. Anggota-anggotanya bukan saja berpostur tinggi besar, juga good looking. Bagaimana saya tidak terkejut ketika diberi kesempatan ikut bergabung? Waktu itu sebagai anggota home band La Paloma honor saya satu kali main Rp 2.000, kemudian meningkat menjadi Rp 5.000. Begitu masuk The Pro’s menjadi Rp 14.000. Jadi saya terkejut terus setelah ikut grup ini," kisah Abadi yang saat itu baru saja datang dari Malang bersama Ian Antono (gitaris God Bless) untuk mengadu nasib di Ibu Kota.

Kelab malam memang merupakan ajang para pemusik waktu itu untuk berekspresi sekaligus mencari nafkah. Dari sini sebenarnya banyak tumbuh pemusik-pemusik yang matang dalam pengalaman sehingga ketika terjun ke dunia rekaman mereka mampu menghadirkan aransemen yang bervariasi dan Abadi adalah salah satu di antaranya.

Sebelum tiba di New York, Abadi bersama grup barunya ini mengisi acara di Wisma Pertamina di Gambir, kemudian menghibur para pejabat Pemerintah DKI. Setelah beberapa kali menghibur masyarakat di tempat-tempat lainnya, barulah mereka diberangkatkan.

"Selama tampil di New York, lagu-lagu daerah Indonesia mendapat perhatian. Misalnya Lembe Lembe yang aransemennya dipadukan dengan musik Amerika Latin hingga mirip musik Santana," tutur Abadi yang saat ini sedang membersihkan master rekaman audio The Pro’s pada penampilan mereka di TVRI pada tahun 1972.

Sementara Timang Timang ciptaan Said Effendi yang menjadi lagu "kebangsaan" Pomo membangun suasana tersendiri, yaitu menimbulkan minat pengunjung restoran Ramayana asal AS untuk lebih jauh mengenal Indonesia. Broery memikat dengan Bulan Pakai Payung di samping lagu-lagu Barat seperti Blowing In The Wind, It’s Impossible atau Danny Boy. Abadi sendiri khusus membawakan lagu-lagu The Beatles. Mungkin inilah asal-usul Abadi bergabung dengan Harry, Tato, dan Jelly Tobing dalam Bharata Band, grup yang hanya membawakann lagu-lagu John Lennon dan Paul McCartney pada
tahun 1980-an.

Kembali ke tanah air sebentar, tahun 1973 The Pro’s berangkat lagi ke AS. Kali ini bersama Chrisye sebagai pemetik gitas bas cadangan. Penyanyi bernama asli Christian Rahadi ini beruntung karena Dimas kembali ke Tanah Air mengurus pekerjaan sebagai kontraktor Pertamina, sementara Broery harus menyelesaikan film Akhir Sebuah Impian yang dibintanginya bersama Benyamin dan Emilia Contessa yang dimeriahkan lagu-lagu Favourite Group pimpinan A Riyanto.

Broery memang dikenal juga sebagai aktor yang dimulainya dengan Brandal Metropolitan (1971), kemudian Lagu Untukmu (1973), Jangan Biarkan
Mereka Lapar (1975), Impian Perawan (1976), dan Istriku Sayang Istriku Malang (1977). Pada tahun 1973 itu Broery mewakili Indonesia di World
Pop Song Festival di Tokyo, Jepang.

Sebelum ke AS tanggal 16 Agustus 1973, The Pro’s masih sempat ikut pesta musik Summer 28 di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bersama belasan grup musik lainnya seperti Los Marenos, Koes Plus, The Gang of Harry Roesly, Bimbo, Mercy’s, The Singer, Panbers, Gods Bless, Terncem, The Disc, Freedom, Rollies, Grup 23761, dan lain- lainnya. Dalam penampilannya itu The Pro’s diperkuat Idris Sardi.

Absennya Dimas dan Broery membuat Chrisye menjadi pemetik bas dan penyanyi andalan. Chrisye yang waktu itu belum biasa membawakan lagu Indonesia berhasil juga merebut simpatik pengunjung dengan lagu Listen To The Music. Selama di The Pro’s inilah Chrisye mengakui banyak belajar dan kemudian menjadi penyanyi sesungguhnya. Sayangnya setelah Abadi, Chrisye, dan kawan-kawan di Tanah Air, mereka memperoleh keputusan yang tidak bisa ditawar: The Pro’s bubar.

"Saya dan Chrisye sedang menggebu-gebu bersama grup ini, tentu saja sangat kecewa karena harus bubar," kata Abadi (55) dan Chrisye (54), anggota termuda. Dimas, Ronny Makasuci, dan Pomo sekarang sama-sama berusia 58 tahun.

Namun, Abadi tetap merasa bangga pernah menjadi anggota salah satu grup paling kondang ini. Tetapi, dia tidak menjadi sombong karenanya walaupun Abadi tahu The Pro’s pernah memperoleh honor 100.000 dollar AS ketika tampil pada malam Tahun Baru 1992 di Hotel Grand Hyatt.

"The Pro’s termasuk grup mahal, bayaran yang kami dapat lima kali honor grup musik lain. Keadaan waktu itu memang menyebabkan The Pro’s dikatakan orang sombong. Tetapi, kalau dibandingkan dengan kondisi sekarang saya rasa pendapat itu akan lain," kata Dimas.

_________________




Back to top Go down
View user profile http://broery07.multiply.com
wpu
Moderator
Moderator


Male
Number of posts : 442
Age : 34
Location : Jakarta pusat
Mig33 ID : wpu
Room : Cempaka mas
Points : 0
Registration date : 2008-10-08

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Sat 08 Nov 2008, 2:34 pm

teu ngartos awasloh
Back to top Go down
View user profile
AXDV00
Helper
Helper


Male
Number of posts : 478
Age : 30
Location : c:/program files/puncak/city of evil
Mig33 ID : sand.king
Room : bandung 17, cipanas, cianjur
Points : 113
Registration date : 2007-12-28

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Mon 10 Nov 2008, 3:17 pm

wowwwwwwwwwwwww...........

_________________


GEM-PARK HACKER COMUNITY
Back to top Go down
View user profile http://live-record.co.cc/
AXDV00
Helper
Helper


Male
Number of posts : 478
Age : 30
Location : c:/program files/puncak/city of evil
Mig33 ID : sand.king
Room : bandung 17, cipanas, cianjur
Points : 113
Registration date : 2007-12-28

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Mon 10 Nov 2008, 3:20 pm

wpi_wpi wrote:
teu ngartos awasloh



dia nyeritain sejarahnya brury pesolima

lol! lol! lol! lol!

_________________


GEM-PARK HACKER COMUNITY
Back to top Go down
View user profile http://live-record.co.cc/
aris_inzaghi
Admin Site
Admin Site


Male
Number of posts : 333
Age : 31
Location : Zubank
Mig33 ID : aris_inzaghi, budak_buncir, barakatak-guru, jabang_tutuk4
Room : Subang, BANDUNG
Points : 1
Registration date : 2007-12-30

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Mon 10 Nov 2008, 6:06 pm

urock urock
Back to top Go down
View user profile http://www.aris-inzaghi.co.cc
dnd_phoenix_skinz
letnan
letnan


Male
Number of posts : 180
Age : 29
Location : Banten - Jakarta - Bekasi - Karawang
Mig33 ID : dnd_rimoet
Room : Bandung 17
Points : 0
Registration date : 2007-12-27

PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Tue 23 Dec 2008, 6:02 pm

owh begitu yah sejarahnya... baru tahu sayah apa... <<<< apiapi ngartos.. apasih
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: SANG LEGENDA   Today at 5:12 pm

Back to top Go down
 
SANG LEGENDA
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» [Tips] Cookie chuyen giao dien mobile sang desktop
» Yawg Mr Bounkeuth Sangsomsack Tau Xaiv Los Tuav Dr. Cablees Nyiaj PovHawj (Dr. Chaleun Yiapao Her) Txoj Haujlwm Lawm
» [Hoi ?áp] Làm sao vào giao dien mobile trên pc
» [Thùng rác] Nho Rip Skin CDOV sang Invision
» [Hoi ?áp] Dien ?àn tu ?ong chuyen trang (auto redirect) sang trang web flirchi.com

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
MIG33 BANDUNG COMMUNITY :: Entertainment (HIBURAN) :: Musik ( Music)-
Jump to: