HomePortalGalleryFAQMemberlistUsergroupsSearchRegisterLog in

Share | 
 

 Ayah... Kembalikan Tangan Dita...

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
broery
Admin Site
Admin Site


Male
Number of posts : 456
Age : 47
Location : JAKARTA
Mig33 ID : broery
Room : BANDUNG
Points : 80
Registration date : 2008-02-26

PostSubject: Ayah... Kembalikan Tangan Dita...   Thu 13 Nov 2008, 7:07 pm

saya bingung mau di post dimana, kalo salah tempat mohon di pindah aja ya boss..
ini cuma buat renungan kita aja....

Buat
semua yang telah menjadi orang tua dan atau calon orang tua....
Ingatlah....semarah apapun, janganlah kita bertindak berlebihan...
Sebagai orang tua, kita patut untuk saling menjaga perbuatan kita
especially pada anak2 yg masih kecil karena mereka masih belum tahu
apa2. Ini ada kisah nyata yg berjudul "Ayah, kembalikan tangan
Dita........."



Sepasang suami isteri - seperti
pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu
rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik
berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali
dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia
bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik
bunga dan lain-lain dihalaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat
sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya
diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan
tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena
mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi
anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari
itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari
macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih
ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya
sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu
rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu
melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang
masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun
terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!"....

Pembantu rumah yang
tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar.
Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan
"Saya tidak tahu..tuan."

"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si
anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu
ayahhh.. cantik...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja
seperti biasa.

Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil
sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus
dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak
mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas
memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas
dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs
berbuat apa...

Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan
kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah
diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu,
membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan
belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah
memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut
menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat
luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil
itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah
mengadu ke majikannya.

"Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang
dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan
waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada
anaknya.

Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk
anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada
pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas.

"Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu.

Sebelum
si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat
anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar
pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya
bahwa suhu badan Dita terlalu panas.

"Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu.

Sampai
saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan
agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah
beberapa hari dirawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak
ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan
anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah.

"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu.
Si
bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.
Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si
ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata
isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
pembedahan.

Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang
disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan
melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan
ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat
mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara
dalam linangan air mata.

"Ayah.. ibu...Dita tidak akan
melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat
lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali
membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
"Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah..
kembalikan tangan Dita.
Untuk apa diambil..
Dita janji tdk akan mengulanginya lagi!
Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...
Bagaimana Dita mau bermain nanti?...
Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.

Serasa
copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat
hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya.
Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan
hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa
tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf..




_________________




Back to top Go down
View user profile http://broery07.multiply.com
 
Ayah... Kembalikan Tangan Dita...
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» NPS (Non-Photosynthetic)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
MIG33 BANDUNG COMMUNITY :: Entertainment (HIBURAN) :: Kalimat Bermakna-
Jump to: